menu

Matahari BAB 27

Mode Malam
BAB 27
BEGITU pin milik ibuku menempel di Buku Kehidupan, cahaya indah menyelimuti buku, seperti bulan purnama yang bersinar begitu penuh.

Buku matematikaku mulai mengalami transformasi fisik menakjubkan. Sampul kulitnya yang kusam menjadi seperti kembali baru. Kertas-kertasnya yang berwarna kecokelatan kembali putih bersih. Butiran salju lembut turun di sekitarku, terhampar di lantai kapsul.

"Halo, Putri Raib.

" Aku menelan ludah. "Apa yang terjadi?" "Kau telah membuka segelnya, Nak. Itu brilian. Ah, aku sudah lama sekali tidak terlihat seperti ini, mungkin hampir dua ribu tahun. Aku kembali baru, bukan lagi buku tua yang usang kecokelatan.

Sangat menyenangkan.

" "Apakah, apakah aku bisa membacanya sekarang?" "Dengan segala hormat, tidak ada yang bisa membaca buku ini, Putri Raib.

" Eh? Setelah begitu lama aku mencari tahu cara membacanya? Sekarang tetap tidak bisa? Hanya kesiasiaan? Aku protes dalam hati.

"Aku butuh jawaban atas masalah kami sekarang. Seli membutuhkan pertolongan.

" "Sebentar, Putri Raib. Izinkan aku menjelaskannya lebih dulu, agar kau tidak keliru memahaminya... Tidak ada yang bisa menibaca buku ini, karena halaman-halamannya meniang tidak pernah ditulisi sesuatu. Itu halaman artifisial. Karena buku ini sejatinya adalah teknologi paling mutakhir yang pernah ada di empat klan.

"Ratusan ribu tahun manusia hidup di bumi, empat kian melewati siklus peradaban yang naik-turun.

Klan Bulan pernah menyentuh teknologi paling cemerlang dalam sejarah umat manusia, kemudian binasa. Juga Klan Matahari, pernah memimpin pengetahuan m.

anusia, namun berakhir. Bahkan Klan Bumi, tanah makhluk rendah, pernah mengalami masa jaya-jayanya, saat nianusia bisa mengirim kursi sekejap saja melintasi jarak ribuan kilometer. Itu teknologi teleportasi yang hebat sekali. Tapi itu juga berakhir, sesuai siklusnya, digantikan oleh klan lain..." "Apa yang menyebabkan ilmu pengetahuan berakhir?" tanyaku.

"Bencana alam mematikan, Putri Raib. Ilmu pengetahuan punah oleh gunung meletus, pergerakan lempeng bumi, tumbukan meteor, dan berbagai proses alam yang di luar kendali manusia. Teknologi dan ilmu pengetahuan kembali ke titik nol saat hal itu terjadi. Manusia harus bertahan hidup habishabisan. Melewati evolusi panjang, dengan tantangan setiap kian yang berbeda satu sama lain.

"Seiring siklus bumi tersebut, kode genetik manusia diturunkan sesuai proses evolusi. Klan Bulan dan Klan Matahari masih memiliki banyak penduduk dengan kekuatan khusus, Klan Bumi memudar. Dan muncullah kian baru, Klan Bintang. Serombongan ilmuwan mencari tahu cara menaklukkan pasak- pasak bumi, agar salah satu penghancur peradaban bisa dikendalikan.

"Aku diciptakan 20.

. tahun lalu, saat Klan Bulan amat maju. Seorang anak muda paling cerdas, menyadari fakta siklus alam akan terus menghancurkan bumi setiap periode tertentu, dia memutuskan membuat benda yang bisa diwariskan ke generasi-generasi berikutnya. Buku Kehidupan. Sejatinya, aku bukan buku, aku mesin canggih, benda penyimpan interaktif, yang bisa bicara lewat sentuhan tangan, mengenali pemiliknya. Kenapa bentukku seperti buku? Karena itu simbol pengetahuan dan keabadian. Sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat buku, dituliskan.

"Anak muda itu menyegel informasi penting di dalam buku ini, agar catatan itu menjadi pelajaran penting bagi yang mewarisinya. Yang kalaupun peradaban hancur lebur, terputus dengan masa lalu, tidak ada yang lagi mengetahuinya, sang pewaris tetap bisa belajar banyak. Itulah guna Buku Kehidupan, selain berfungsi untuk membuka portal antarklan serta ruangan-ruangan lain yang pernah ditemukan. Aku bertugas menyimpan catatan generasi berikutnya.

" "Apa isi catatan tersebut?" "Pencapaian terbaik para pemilik keturunan murni. Setiap seriou atau dua ribu tahun, generasi tertentu akan melahirkan seseorang dengan keturunan murni Klan Bulan. Sejauh ini tercatat dua puluh orang. Putri Raib akan menjadi yang ke-21. Aku telah mencatat petualanganmu sejak kita pertama kali berjumpa. Esok lusa, Buku Kehidupan ini akan diwariskan dengan caranya sendiri, tiba di tangan pemilik keturunan murni yang ke-22.

"Setiap pemilik keturunan murni unik. Mereka selalu punya hal-hal hebat yang pernah dilakukan.

Perkenalkan Oq, nomor 6, dia penyembuh terbaik Klan Bulan. Saat bumi mengalami musim dingin mematikan empat belas ribu tahun lalu, Oq menggunakan kekuatannya untuk memulihkan ribuan orang sekaligus dalam sebuah teknik legendaris. Tanpa Oq, evolusi Klan Bulan akan terhenti, para pemilik kekuatan punah bersama pengetahuannya. Juga Brill, dia di nomor urut J, yang menciptakan buku ini. Brill pemilik pukulan berdentum paling kuat. Enam belas ribu tahun lalu, dia seorang diri mengatasi jatuhnya sebuah asteroid besar ke atmosfer bumi. Dengan gagah berani, Brill terbang ke angkasa, menyelamatkan nasib tiga kian permukaan. Aku juga bisa menceritakan kembali si hebat Pow nomor 9, si tabah Klass nomor 12. Mereka para pemilik keturunan murni yang pernah menyelamatkan dunia, tercatat di halaman-halaman buku ini. Putri Raib bisa belajar dari mereka.

" "Aku yang ke-21?" Aku terdiam. "Aku tidak punya kekuatan istimewa apa pun. Aku bahkan tidak setangguh Faar, tidak selihai Miss Selena dalam mengintai atau menemukan sesuatu, apalagi seperti Av dalam teknik penyembuhan, Aku bahkan lebih sering ragu-ragu atas kekuatanku. Apakah aku memang spesial? Atau hanya remaja yang tidak tahu apa-apa?" "Itu karena Putri Raib belum memahami potensi tersebut. Seorang petarung Klan Bulan lahir dari proses panjang. Latihan-latihan keras, terus mencoba batasan kekuatan miliknya, lagi, lagi, dan lagi.

Keyakinan yang teguh, yang bahkan lebih kuat dibanding kekuatan itu sendiri, akan membawamu jauh sekali. Dilengkapi dengan ketulusan dan kebaikan hati, kau akan menghiasi halaman-halaman selanjutnya Buku Kehidupan. Tapi aku harus niengingatkan, jika yang terjadi sebaliknya, dipenuhi ambisi, dengki, niat jahat, catatan itu akan tercatat di buku satunya, Buku Kematian.

" "Buku Kematian?" Aku teringat buku yang dibawa Tamus.

"Buku ini dibuat sepasang, Putri Raib. Adalah tugas Buku Kematian mencatat hal-hal buruk yang pernah te1jadi, yang juga diwariskan ke generasi berikutnya. Dulu, Brill membuatnya agar bisa menjadi pelajaran yang tidak teralang, belajar dari hal buruk. Buku Kematian itu netral, tidak memiliki tujuan jahat, tapi orang-orang yang mewarisinya justru mengambil inspirasi kejahatan dari sana. Separuh kisah si Tanpa Mahkota, pemilik keturunan murni nomor 20, ada di Buku Kehidupan, separuh lagi ada di Buku Kematian. Dia yang terakhir kali memegang dua buku sekaligus.

" Aku terdiam.

"Seli? Bagaimana aku bisa menyelamatkan Selir Bagaimana aku bisa keluar dari kubus kaca ini? Bagaimana aku bisa kembali ke kota kami?" "Aku tidak punya jawabannya, Putri Raib.

" "Kamu harus memberitahuku!" desakku.

"Tidak bisa. Buku Kehidupan hanya menyimpan kebijaksanaan, petualangan, Putri Raib. Pelajarilah catatan-catatan lama, kisah para petarung terbaik Klan Bulan, mungkin dari sana kau akan bisa mencari tahu jalan keluarnya. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kau akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.
Bagikan Novel ini Sebegai bentuk dukungan untuk situs ini 😊