menu

Matahari BAB 24

Mode Malam
BAB 24
SAMBILterus berlari ke arah kami, tubuh Ali mulai membesar.

Tangan, kaki, badan, dia berubah menjadi hewan buas. Transformasi yang cepat, lima detik, Ali sudah berubah menjadi beruang raksasa.

Tingginya dua puluh meter, dua kali lipat dari robot-robot ini. Kepala beruang persis menyentuh sisa atap aula yang runtuh. Beruang besar itu meraung. Ludahnya terciprat ke mana-mana. Tangannya terangkat, menunjukkan cakar tajam.

"Astaga!" Sekretaris Dewan Kota terperanjat. "Apa yang terjadi?" Beruang besar itu berdiri persis di antara kami dan robot-robot, melindungi aku dan Seti.

"Itu apa?" Sekretaris Dewan Kota masih berteriak-teriak. "Tidak pernah ada! Aku tidak pernah melihat kekuatan seperti ini? Klan Bulan? Klan Matahari? Bagaimana anak itu bisa berubah menjadi beruang besar?" Delapan Robot Z melangkah mundur, menganalisis perubahan situasi. Mereka juga tidak tahu apa yang sedang dihadapi.

"Habisi beruang itu!" Sekretaris Dewan Kota berteriak tidak sabaran.

Robot Z berderap maju, mengangkat tabung pendek.

Beruang besar mengaum kencang menyambutnya, membuat sisa atap aula runtuh. Tangannya yang berbulu tebal meninju dua robot yang maju, Itu bukan tinju biasanya, selarik petir biru menyambar terang bersama tinju itu, merobek tubuh robot.

Aku terkesiap. Inilah rahasia penting Ali.

Astaga! Itu bukan beruang yang pernah kulihat di Klan Bulan atau Klan Matahari. Itu beruang yang berbeda.

Beruang itu sekarang juga bisa menghilang, kemudian muncul lagi di hadapan dua robot lainnya. Tangan kanan beruang menangkap kepala robot, kemudian membantingnya seperti sedang melemparkan boneka anak-anak. Sementara tangan kirinya melepas pukulan berdentum ke robot yang lain, salju berguguran di sekitar kami. Tameng transparan yang dibuat robot sia-sia, pukulan itu sangat keras.

Aku tertegun. Beruang besar ini memiliki kemampuan petarung Klan Bulan dan Klan Matahari. Apa yang telah Ali lakukan kepada tubuhnya sendiri? Eksperimen apa yang telah dilakukan si genius itu di basement rumahnya? Wajah Sekretaris Dewan Kota tampak pucat. Dia bergegas mundur ke halaman rumput. Dua perwira terus mengawalnya.

Beruang besar mengejarnya. Hewan besar itu lompat menabrak pintu, membuat roboh dinding.

Enam sisa robot terbang, mendarat di depan beruang, berusaha menghalangi. Tapi mereka bukan lawan setara untuk beruang besar. Beruang itu menghilang. dan masih dalam posisi menghilang. beruang itu melepas pukulan berdentum dari dua tangan. Dua robot terkapar di atas rumput dengan badan terceraiberai.

"Ini gila!" Sekretaris Dewan Kota berseru.

Dia bergegas bicara lewat alat komunikasi, menghubungi ruang komando kapal induk yang terbang di langit-langit kota Zaramaraz.

"Aktifkan serangan udara!" Sekretaris Dewan Kota memberi perintah.

Dari langit-langit kota Zaramaraz, kapal induk Pasukan Bintang mendekat. Kapal raksasa itu seperti menutup kawasan seluas empat kilometer persegi. Delapan moncong senjata beratnya terarah sempurna kepada beruang.

"Tembak beruang itu!" Tanpa ampun. tembakan terlepas dari kapal induk. Berlariklarik cahaya menyilaukan keluar dari moncong senjata. Halaman rumput dipenuhi dentuman kencang.

Aku menggigit bibir menyaksikannya. Beruang besar itu terpelanting ke sana kemari menerima tembakan.

Dia berusaha membuat tameng transparan, tapi sia-sia. Amunisi yang ditembakkan kapal induk jauh lebih kuat, meledak susul-menyusul. Beruang besar itu terkapar.

"Jangan beri kesempatan dia bangkit lagi!" Sekretaris Dewan Kota berseru.

Belasan pesawat Pasukan Bintang dengan ukuran besar ikut turun, mengambang di atas halaman rumput, melepas tembakan.

Aku memejamkan mata, Tidak tahan menyaksikannya. Tubuh beruang besar yang sudah terkapar tidak berdaya kini kembali menerima tembakan bertubi-tubi.

Terakhir, dua pesawat maju, melepas jaring perak.

Beruang besar itu hanya bisa menggerung pelan. Tubuhnya mulai menyusut, seiring jaring perak yang juga mengecil, menjeratnya.

Tubuh Ali kembali seperti semula. Meringkuk--setidaknya, teknologi "kulit" dari pakaian Klan Bintang tidak membuat Ali telanjang setelah berubah menjadi beruang dan kembali menjadi manusia, Pakaiannya kembali terbentuk otomatis, menutupi tubuhnya yang tergeletak, diikat erat oleh jaring perak.

Aku menangis melihatnya dari kejauhan.

Kami sudah kalah. Aku dan Seli sudah tertangkap. Ali menyusul yang terakhir kalinya.

Sekretaris Dewan Kota melayang turun ke halaman rumput, mendekati Ali. Dia membungkuk, mengambil paksa Buku Kehidupan dari tas Ali.

Aku hanya memandangnya dengan tatapan nanar.

"Bawa mereka ke sel penjara!" Sekretaris Dewan Kota berseru.

Beberapa anggota Pasukan Bintang maju.

"Bereskan semua kekacauan. Aku ingin, besok pagi-pagi, penduduk kota Zaramaraz tidak melihat puingpuing sekecil apa pun. Aku mau aula utama markas Dewan Kota kembali utuh.

" Dua perwira yang mengawal Sekretaris Dewan Kota mengangguk.

"Pastikan kalian becus mengurusnya. Aku akan membuat pengumuman setelah semua siap. Otoritas tertinggi kota telah berhasil mengendalikan semuanya. Para pemilik kekuatan yang membuat onar telah dilumpuhkan, dan mereka akan menyesali hal ini sepanjang hidup mereka."
Bagikan Novel ini Sebegai bentuk dukungan untuk situs ini 😊